Senin, 09 Maret 2015

Blog projek I love U – Bukankah aneh jika seorang penulis minta jadwal terbit bukunya dimundurkan? :) (10 Maret 2015)

Blog projek I love U – Bukankah aneh jika seorang penulis minta jadwal terbit bukunya dimundurkan? J (10 Maret 2015)

So far projek ini sebenarnya sudah hampir selesai. Jika pun tidak selesai pada tanggal 15 Maret nanti, hanya perlu extension 1-2 mingguan (yang memang selalu sudah dicadangkan untuk setiap projek).
Saat ini dari 10 cerita yang ada, 3 sudah selesai, 1 tinggal cover dan 6 lagi sudah hampir selesai dicolor.

Tapi …..

Tapi aku memutuskan untuk minta jadwal terbit untuk buku ini dimundurkan dari pertengahan April ke akhir Mei. Kenapa begitu? Bukankah aneh jika seorang penulis meminta jadwal terbit bukunya dimundurkan? Bukankah lebih cepat lebih baik supaya buku-buku ini lebih cepat sampai ke tangan pembaca?

Yaah, tidak semuanya itu lebih cepat lebih baik (Baca Be Patient di dalam buku Stories of Great Virtues haha :))dan terkadang, kita memang tidak bisa membuat sesuatu lebih cepat dari yang semestinya. Warren Buffett pernah mengatakan : “No matter how great the talent or efforts, some things just take time. You can't produce a baby in one month by getting nine women pregnant.”

Sesudah pekerjaan para illustrator selesai, sebelum buku itu terbit, masih ada banyak proses yang harus dilakukan. Proses editing adalah proses yang berat, yang terkadang lebih berat daripada proses penulisannya sendiri. Proses layouting juga memakan waktu dan harus dilakukan dengan berhati-hati supaya halaman bisa tampil seperti yang sudah direncanakan oleh illustrator. Setelahnya masih ada final checking, proofreading, master cover selection… nah yang ini adalah keputusan yang seringkali memakan waktu berhari-hari. Dari 200 halaman yang ada, halaman manakah yang cocok dijadikan wajah dari sang buku? Tidak mudah mencari 1 dari 200 halaman itu. Lalu masih ada cover design, back cover design dan barulah buku akan naik cetak.

Di samping proses-proses produksi itu, juga ada hal-hal lain yang harus dilakukan seperti : memanage social media menyambut terbitnya buku, membicarakan material promo yang akan ada untuk bukunya. Aku pernah membaca bahwa sebuah book launching itu bukanlah hanya event selama 1-2 jam yang diadakan di sebuah toko buku di mana penulis menerima bukunya dari penerbit sambil diliput media masa. Yang dinamakan book launch adalah keseluruhan proses meluncurkan buku yang harus dimulai jauuuh sebelum buku itu siap dikirim ke outlet-outlet toko buku. Memang tidak semua buku mendapatkan prepublication effort. Juga tidak semua buku punya acara launching offline. Itu karena ada begitu banyak buku dan waktu, energy dan resources penerbit maupun penulis terbatas. Tapi setelah belajar dari proses-proses prepublication untuk buku DreamletS kemarin, aku menyadari bahwa untuk buku-buku yang penting, perlu ada prepublication effort. Dan buku yang satu ini adalah buku yang AMAT penting.

Jadi itu pertimbanganku untuk meminta mundur jadwal terbit untuk buku ini. Dari sekarang sampai bulan Juni nanti, kebetulan sudah ada beberapa bukuku yang dijadwal untuk terbit. Buku-buku itu pun akan membutuhkan perhatianku dan penerbit sehingga aku ragu jika yang satu ini terbit sesuai jadwal semula, perhatian kami untuk buku ini tidak anak maksimal. Ibarat seorang ibu yang punya banyak anak yang lahir terlalu dekat (punya anak kembar, lalu setahun kemudian punya kembar lagi, misalnya), akan amat sulit untuk memperhatikan semua anak itu secara maksimal.

So… I humbly ask for your patience for this one. Jangan kuatir, mundurnya nggak akan terlalu lama… and before you know it, I will be writing the “berita terbit” for this one :). Till then… happy reading :).


Arleen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar