Blog projek I love U
– Bukankah aneh jika seorang penulis minta jadwal terbit bukunya dimundurkan? J (10 Maret 2015)
So far projek ini
sebenarnya sudah hampir selesai. Jika pun tidak selesai pada tanggal 15 Maret
nanti, hanya perlu extension 1-2 mingguan (yang memang selalu sudah dicadangkan
untuk setiap projek).
Saat ini dari 10
cerita yang ada, 3 sudah selesai, 1 tinggal cover dan 6 lagi sudah hampir
selesai dicolor.
Tapi …..
Tapi aku memutuskan
untuk minta jadwal terbit untuk buku ini dimundurkan dari pertengahan April ke
akhir Mei. Kenapa begitu? Bukankah aneh jika seorang penulis meminta jadwal
terbit bukunya dimundurkan? Bukankah lebih cepat lebih baik supaya buku-buku
ini lebih cepat sampai ke tangan pembaca?
Yaah, tidak
semuanya itu lebih cepat lebih baik (Baca Be Patient di dalam buku Stories of
Great Virtues haha :))dan terkadang, kita memang tidak bisa membuat sesuatu
lebih cepat dari yang semestinya. Warren Buffett pernah mengatakan : “No matter
how great the talent or efforts, some things just take time. You can't produce
a baby in one month by getting nine women pregnant.”
Sesudah pekerjaan
para illustrator selesai, sebelum buku itu terbit, masih ada banyak proses yang
harus dilakukan. Proses editing adalah proses yang berat, yang terkadang lebih
berat daripada proses penulisannya sendiri. Proses layouting juga memakan waktu
dan harus dilakukan dengan berhati-hati supaya halaman bisa tampil seperti yang
sudah direncanakan oleh illustrator. Setelahnya masih ada final checking,
proofreading, master cover selection… nah yang ini adalah keputusan yang seringkali
memakan waktu berhari-hari. Dari 200 halaman yang ada, halaman manakah yang
cocok dijadikan wajah dari sang buku? Tidak mudah mencari 1 dari 200 halaman
itu. Lalu masih ada cover design, back cover design dan barulah buku akan naik
cetak.
Di samping
proses-proses produksi itu, juga ada hal-hal lain yang harus dilakukan seperti
: memanage social media menyambut terbitnya buku, membicarakan material promo
yang akan ada untuk bukunya. Aku pernah membaca bahwa sebuah book launching itu
bukanlah hanya event selama 1-2 jam yang diadakan di sebuah toko buku di mana
penulis menerima bukunya dari penerbit sambil diliput media masa. Yang
dinamakan book launch adalah keseluruhan proses meluncurkan buku yang harus
dimulai jauuuh sebelum buku itu siap dikirim ke outlet-outlet toko buku. Memang
tidak semua buku mendapatkan prepublication effort. Juga tidak semua buku punya
acara launching offline. Itu karena ada begitu banyak buku dan waktu, energy
dan resources penerbit maupun penulis terbatas. Tapi setelah belajar dari proses-proses
prepublication untuk buku DreamletS kemarin, aku menyadari bahwa untuk
buku-buku yang penting, perlu ada prepublication effort. Dan buku yang satu ini
adalah buku yang AMAT penting.
Jadi itu
pertimbanganku untuk meminta mundur jadwal terbit untuk buku ini. Dari sekarang
sampai bulan Juni nanti, kebetulan sudah ada beberapa bukuku yang dijadwal
untuk terbit. Buku-buku itu pun akan membutuhkan perhatianku dan penerbit
sehingga aku ragu jika yang satu ini terbit sesuai jadwal semula, perhatian
kami untuk buku ini tidak anak maksimal. Ibarat seorang ibu yang punya banyak
anak yang lahir terlalu dekat (punya anak kembar, lalu setahun kemudian punya
kembar lagi, misalnya), akan amat sulit untuk memperhatikan semua anak itu
secara maksimal.
So… I humbly ask
for your patience for this one. Jangan kuatir, mundurnya nggak akan terlalu
lama… and before you know it, I will be writing the “berita terbit” for this
one :). Till then… happy reading :).
Arleen
