Blog projek I Love U –
Ditolaaaaak! (10
Nop 2014)
Malem
malem…. Bzzzz… ada nyamuk? Bukaaan :)
itu ada whatsapp yang masuk! Dari Melani!
Mel :
Haduh ci dr pagi mati lampu ga bs buka laptop
Ternyata
beneran mati lampuuuu haha :)
Mel :dah
baca naskahnya. Yang kali ini aku pass dulu ci Arleen, tadi baca naskahnya ga
bisa ngebayangin.
Oh.
Hatiku hancur berkeping-keping. Melani nggak akan ikutan! Tapi masih harus
usaha! Aku lalu ceritakan cerita-ceritanya. Cerita yang ini begini, si ini
begini, si itu begitu dst dst. …
Mel
:Haha iya kalo ceritanya paham kok. Cuma memang ga bisa ngebayangin. Soalnya
dulu pernah sih, kalo di awal sudah ga kebayang itu bakal repot di belakang.
Kayaknya mending pass dulu ci.
Aku :
Oke, Mel. But I will still wait till tomorrow. Siapa tahu nanti kamu mau baca
one more time… terus ada komet lewat.. terus jadi kebayang. Aku nggak akan
gerak till tomorrow. Still hoping that you will change your mind.
Terus
malam itu juga Bzzz…. Whatsapp lagi. Dari Herlina!
Herlina
: Bu, minta waktu untuk berpikir.
Haduuuh…
sudah deg-degan sampe malem, masih harus deg-deg-an sampe besok pula.
Aku :
Oke.. sampe besok pagi yaa!
That
night I really really needed a komet or bintang jatuh! And I needed 2 :). Tapi malam itu memang tidak ada komet,
tidak ada bintang jatuh. Jadi besok paginya.. Melani tetap pada keputusannya
yang semula yaitu nggak ikutan projek kali ini. Dan aku menghargai itu.
Nah, di
sini aku perlu point out sesuatu yang sangat penting! Yang dilakukan Melani itu
adalah benar. Walaupun aku sedih, aku sangat bisa mengerti. Bahkan aku sendiri
pernah melakukannya. Terkadang ada penerbit yang menanyakan apakah aku bisa
menuliskan sebuah buku tentang ini atau tentang itu. Dan saat itu, aku nggak
kebayang sama sekali. Jadi aku terpaksa bilang maaf dan menolak pekerjaan itu.
Semoga dimengerti bahwa itu bukan karena aku sombong atau karena aku nggak
butuh kerjaan. But I only want to write something that makes my heart beat
faster, something that excites me, something that thrills me. Not just
something that will fill up the pages or fill up the bookshelves at the
bookstore. Karena aku percaya, segala sesuatu harus datang dari hati.
Begitu juga illustrator. Makanya aku selalu meminta
keputusan illustrator SETELAH mereka membaca naskahnya. Dan kalo sampe ada
illustrator yang belum baca naskah udah langsung mau.. hm.. itu patut
dipertanyakan. Apakah mereka hanya menganggap naskahku sebuah pekerjaan yang
akan lewat assembly line seperti di pabrik-pabrik itu? Yang dikerjakan sambil
merem hati atau bahkan merem mata dan hanya untuk dikerjakan secepat-cepatnya?
Mel, aku
hargai keputusanmu. Aku tahu itu karena kamu hanya mau mengerjakan sesuatu bila
kamu yakin kamu akan memberikan yang terbaik. Next time begitu ada naskah yang
masuk tahap cari illustrator lagi, aku akan gangguin kamu lagi yaaa :). Jangan
bosen, jangan kapok :).
Terus…
pagi-pagi ada whatsapp lagi… dari Herlina doong.. kan pagi ini juga
keputusannyaa…. Apa isi whatsapp dia?
Sambung
besok :).
aa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar